Minggu, 12 Juni 2016

Kancil Dan Buaya

kancil dan buaya
kancil dan buaya
Pada jaman dahulu, disebuah hutan yang lebat terdapat sebuah sungai yang membelah hutan menjadi dua bagian. Didalam sungai tersebut dihuni dan dikuasai oleh buaya. Buaya yang hidup disungai tersebut sangat banyak jumlahnya. Sedangkan di hutan yang lebat tersebut hiduplah seekor binatang kecil yang sangat cerdik. Dialah si kancil. Dari kisah dua binatang tersebut admin blog ini akan menulis dan menceritakan dongeng tentang Kancil dan Buaya.

Kancil dan Buaya

Di hutan yang sangat lebat tentunya banyak sekali terdapat stok makanan bagi para binatang. Tidak terkecuali stok makanan untuk sikancil. Si Kancil sangat senang bisa tinggal di hutan lebat yang banyak sekali cadangan makanan.

Suatu ketika datang musim kemarau yang berkepanjangan, yang menyebabkan keringnya hutan yang ditempati oleh si kancil. Kemarau tersebut membuat seluruh pepohonan dan rumput menjadi kering, sehingga tanahnya menjadi gersang dan tandus. Tentu saja karena kekeringan melanda maka cadangan makanan untuk si kancil pun sudah tidak ada alias habis. 

Nah, pada waktu itu diceritakan bahwa hutan yang ada disebelah sungai tidak dilanda kekringan seperti halnya hutan yang didiami si kancil. Disana masih banyak sekali pohon dan rumput yang subur. Yang tentunya masih terdapat stok makanan untuk para binatang. Tidak terkecuali si kancil. 

Karena hutan sebelah masih terlihat subur, tentunya si kancil tertarik untuk bisa pindah ke hutan tersebut. Tetapi tentunya sebuah tantangan bagi si kancil, karena dia harus menyeberangi sungai besar yang di dalamnya terdapat banyak sekali buaya. Tetapi bukan Si Kancil namanya jika dia tidak memiliki ide. Setelah sekian lama berpikir, akhirnya dia menemukan ide atau cara untuk menyeberangi sungai tersebut. 

Setelah menyusun rencana secara matang, akhirnya si kancil pun mulai beraksi. Sambil menggigit sebuah bungkusan si kancil pergi ke tepian sungai, lalu berteriak memanggil-manggil buaya.
Kancil : BUAYA, BUAYA kalian bisa mendengar aku tidak?
Tidak lama kemudian muncul seekor buaya yang merupakan pimpinan dari para buaya.
Buaya : Hei, ada apa kancil. Kenapa kamu berteriak-teriak. Berisik tahu! Kenapa kamu mendekat ke pinggiran sungai, apa kamu tidak takut aku makan?
Kancil : Justru itu buaya, aku datang kemari karena di perintah oleh yang mulia raja sulaiman untuk memberi makan pada kalian. Apakah kamu melihat bungkusan yang aku bawa ini? ini adalah daging segar yang dikirimkan raja sulaiman untuk kalian.
Buaya : Apa benar ucapanmu itu kancil, jika memang benar, mana biar langsung aku makan daging itu.
Kancil : Eit, jangan buaya. Kalo kamu makan sendiri aku yakin kamu tidak akan habis. Sebaikrnya kamu kumpulkan teman-temanmu, biar mereka ikut makan daging segar ini. 
Buaya : Halah, aku tidak percaya sama kamu kancil. Karena kamu terkenal licin dan licik.
Kancil : Hoh, jadi kamu tidak mau, ya sudah, kalau begitu daging dalam bungkus ini akan aku bawa balik ke yang mulia raja sulaiman.
Buaya : (Mulai terkena bujuk rayu) Jangan, jangan! Baiklah aku akan kumpulkan pasukan buaya untuk kamu hitung cil. 
Kancil : (Setelah mereka berkumpul) Bailklah, karena semua sudah berkumpul segera berjajar membentang sungai, biar nanti kalau dagingnya kurang aku bisa segera meminta kembali ke raja sulaiman.
Akhirnya buaya-buaya pun berjajar membentangi sungai. Dengan perasaan senang (bisa memperdaya buaya) si kancil mulai melompat dari punggung satu buaya ke punggung buaya lain sampai akhirnya si kancil sampai ke seberang hutan yang masih rimbun. Setelah selesai menghitung akhirnya buaya pun menagih. 
Buaya : Hai Kancil, kalau kamu sudah selesai menghitung, lekaslah kamu lemparkan daging dalam bungkusan itu kepada kami. Biar kami segera memakannya.
Si kancil sambil tersenyam senyum dengan perasaan puas bisa menipu buaya pun menjawab.
Kancil : Wahai buaya, sesungguhnya bungkusan ini kosong. Aku hanya memperdaya kalian agar aku bisa menyeberang ke hutan yang sebelah sini. Dimana di hutan sini masih banyak stok makanan yang bisa aku makan.
Buaya : (Sangat kesal) Kancil, Kurang ajar kamu kancil. Kamu sudah kesekian kalinya membodohi kami. Ingat! Bila ada kesempatan dimana kamu lengah, kami akan memakanmu.
Kancil : Terimakasih buaya, aku tidak akan melupakan jasa kalian (Mengejek sambil berlalu pergi).

Selesai! Nah tersebut diatas adalah sepenggal kisah mengenai Kancil dan Buaya, dimana si Kancil berhasil menipu, memperdaya dan memanfaatkan si Buaya. Mudah-mudahan adk-adik bisa terhibur ya sesudah membaca dongeng ini. Terimakasih sudah berkunjung, silahkan mampir lagi lain kali, dijamin akan makin banyak cerita-cerita lain yang lebih seru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar