Minggu, 19 Juni 2016

Dongeng Tentang Ayam dan Musang

dongeng tentang ayam dan musang
dongeng tentang ayam dan musang
Dahulu kala semua binatang itu bersahabat. Tanpa terkecuali ayam dan musang. Ayam dan musang merupakan sahabat karib. Sampai suatu ketika terjadi perselisihan karena kesalahan ayam. Atas kesalahan ayam rupanya sang musang tidak terima, dan kemudian sampai sekarang ini antara ayam dan musang saling bermusuhan. Apa sih yang menyebabkan musang marah kepada ayam? Berikut ini kisah lengkapnya dalam dongeng tentang ayam dan musang. Disimak ya!

 

Dongeng Tentang Ayam dan Musang

Pada zaman dahulu dikisahkan ditengah hutan rimba terjadi persahabatan antara ayam dan musang. Dalam setiap kegiatan mereka selalu mengerjakannya bersama-sama. Anak-anak ayam dan anak-anak musang pun selalu bermain bersama. Sampai pada suatu ketika, ayam dan musang punya pemikiran yang sama yakni ingin membuat ladang untuk ditanami jagung. Yang tujuannya untuk memperbanyak stok makanan bagi mereka.

Setelah terjadi kesepakatan, tiba saatnya sang ayam dan sang musang mulai membuat dan mengolah hutan menjadi ladang yang siap ditanami benih jagung. Dengan semangat yang berapi-api mereka saling bekerja sama membuat lubang lalu menanamkan biji-biji jagung. Setelah selesai lantas setiap hari mereka selalu saja bekerjasama untuk menyirami serta merawatnya. Tidak menunggu lama akhirnya tunas tunas jagung mulai bermunculan. Begitu senangnya sang ayam dan musang.

Hari berganti hari, berganti minggu, berganti bulan pohon-pohon jagung tersebut mulai tumbuh besar dan subur. Pohon-pohon jagung tersebbut mulai keluar bunganya, pertanda akan mulai keluar buah jagung. Singkat kata, sang musang ingin pergi menengok saudaranya yang sedang tertimpa musibah. Karena saudaranya itu sudah lama sakit, maka dia ingin sekali menjenguk saudaranya. Lantas dia berpesan kepada sang ayam.
Musang : Yam, Ayam! Aku ingin pergi ke tempat saudaraku. Mungkin aku pergi agak lama, karena letak rumah saudaraku cukup jauh dari sini. Aku minta tolong agar kamu menjaga jagung-jagung ini, dan jika memang nantinya kamu mau panen tolong sisakan jatahku.
Ayam : Baik Musang. Aku berjanji, sementara kamu pergi aku akan tetap menjaga dan merawat ladang jagung ini. Dan aku akan tetap menjaga serta memberikan jatah kamu. Karena separo jagung yang ada di ladang ini adalah milikmu.

Karena ayam adalah sahabat baik musang, musang sangat percaya kepada ayam. Pergilah musang ketempat saudaranya dengan hati yang tenang. Hari berganti hari, akhirnya jagung-jagung yang ada di ladang siap untuk dipanen. Sang ayam menunggu kedatangan sang musang, namun tak nampak nampak juga batang hidungnya. Lantas dalam benak ayam terpikirkan mungkin saja musang sudah mati karena dia tidak kunjung kembali. Lantas ayam mengajak teman-temannya untuk memetik dan memakan jangung yang ada di ladang tersebut sampai habis. Setelah semuanya kenyang dan letih, tiba-tiba saja sang musang kembali membawa saudaranya yang sudah sembuh untuk diajak memanen jagung.

Dongen Tentang Ayam dan Musang. Setelah sampai diladang alangkah terkejutnya sang musang karena jagung-jagungnya sudah habis dimakan oleh ayam dan teman-temannya. Lantas sang musang marah dan memberikan waktu satu minggu kepada para ayam untuk mengembalikan jatah jagung yang harusnya buat dia. Dengan rasa takut sang ayam menyanggupinya.

Setelah satu minggu berlalu, akhirnya sang musang bergegas pergi ketempat ayam untuk menagih janji. Tetapi setelah tiba diperkampungan ayam alangkah terkejut dan marahnya sang musang, karena ayam dan teman-temannya sudah pergi meninggalkan kampung. Sang musang amat marah sekali!
Musang : Sial! Kurang Ajar! Ayam-ayam itu sudah berani membohongi dan menghianati aku. Aku dan teman-temanku para musang bersumpah, mulai detik ini kami menganggap ayam adalah musuh kami. Sampai kapanpun kami akan makan ayam beserta keturunannya. 

Nah, sekarang kita tahu bukan kenapa ayam dan musang bermusuhan. Sejak saat itu ayam dan musang menjadi musuh bebuyutan. Ayam akan menghindar jika bertemu musang. Kalu bisa pasti ayam akan berlari jauh untuk menghindar. Karena jika tidak, jika musang berhasil menangkapnya, maka ayam akan dimakan oleh musang. Sekian dongeng tentang ayam dan musang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar